saduran..

Istiqomah, tsabat, itqon, teguh, ajek, rutin, tekun, dan kata-kata yang semakna adalah sebuah amal yang berat. Sering kali sebuah taklim, pengajian rutin, telah dijadwalkan dengan penuh semangat mengharap keridhoan-Nya. Pada awalnya berjalan dengan lancar, akan tetapi pada bulan berikutnya seringkali terkalahkan dengan program-program yang lewat, atau ustadznya tidak hadir padahal peserta sudah menanti, panitia juga absen, tidak ada informasi dan konfirmasi. Semuanya atau sebagian besar disibukkan dengan jihad siyasi. Pondok pesantren dan ma’had menjadi kosong ustadz.. dan kenyataannya adalah demikian.

Saat jihad qital dikumandangkan oleh panglima umat waktu itu, ternyata tetap ada yang menjaga gawang, menuntut ilmu [tafaqquh fiddin], menjadi imam di Madinah selama panglima tidak ada di tempat, halaqoh penghafal Al-Qur’an [siang hari mencari kayu bakar untuk dijual di pasar dan malamnya berkumpul murojaah dan menghafal], dll.

Sesungguhnya amal yang kecil, sedikit namun itqon lebih baik dan disukai oleh-Nya.