Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. [QS. 18:28]

Ikhwah, mungkin perlu kita kaji bersama esensi berdakwah secara syumul. Sedikit tambahan,.. kalah menang itu urusan Alloh, urusan kita adalah berusaha dengan segenap jiwa dan raga. Juga peristiwa Badar-Uhud yang dipergilirkan oleh Alloh. Ada banyaaak ibroh yang bisa kita ambil dari sana..

Itulah fungsinya kita, bagaimana bisa merekayasa.
Dulu, waktu hanya berstatus murobbi, berusaha memotivasi mutarobbi untuk mencari binaan [terutama untuk yang belum punya sesuatu yang sy sebut ‘dilingkari’]. Nah, dengan adanya akses untuk lebih [amanah -red], maka jangan sampai kita mendzolimi jamaah dengan hanya berpangku tangan!

Ikhwahfillah,.. sejatinya dakwah itu memang berulang-ulang sampai umur kita selesai. Ibaratnya Al-Qur’an dan Al-Hadits ya seperti itu dari masa nabi sampai akhir jaman besok. Proses tarbiyah, rekrutmen, riayah + amal nyata akan terus kita jalani bersama dengan perputaran roda dakwah. Bedanya adalah pada orang yang menjalani dan objek dakwahnya yang berganti, itulah seninya.. Materi yang kita ajarkan juga akan berulang.. seperti guru, murobbi, kitapun demikian. Supaya tidak bosan, perlu adanya inovasi2 baru yang menjadikan tidak jenuh
masing-masing ada saatnya..

Tidak usah dibesar2kan tentang siapa kita, karna kita adalah kumpulan orang2 biasa yang ingin menjadi luar biasa di hadapan Alloh.. karena yang membedakan adalah keimanan dan ketaqwaan pada-Nya.

Note: Jika sudah mau pasca, siapkan diri antum untuk mengurus hadhonah/ daerahnya masing2, juga dakwah profesi.. Tidak lain karena untuk menjaga dan menyalurkan potensi diri supaya tidak mengalami penurunan kinerja [disorientasi -red]
Sebagai penyemangat: diantara kita ada yang sibuk akademik, mencari/ merintis pekerjaan, mempersiapkan studi/ jenjang kehidupan selanjutnya, mengurus keluarga, dll.. Namun, berikan pikiran dan usaha yang terbaik, selama masih bisa mengurus *** ^^
Sederhana tapi penuh makna. Tak sekedar protes, tapi bagaimana memperbaiki sistem semampunya..

**
“Seorang muslim dituntut menunaikan beragam beban di saat yang bersamaan. Ia harus menegakkan syariat Alloh, di saat yang sama ia harus menyempurnakan kualitas dirinya. Bersamaan dengan itu ia harus meluruskan niat agar semua langkahnya tidak terperangkap ke dalam sikap sombong.”
Terjemahan bebas QS. 28:83

Meninggalkan amalan karna seseorang adalah riya’, sedang beramal karna seseorang adalah syirik.
Ikhlaskan semua dan teruslah beramal!

Wallahu’alam bish Showab

#110421, o7.13 pm