#seri untuk semua.. copas

Kalau pesan Dr. Yusuf Al-Qaradhawi.. Sabarlah wahai suriah, kebebasan pasti menang! Sabarlah wahai mesir, tirani pasti hancur! Meski kadang butuh waktu spt yg terjadi jg di palestina.

Jikalau boleh meniru, sabarlah wahai ADK, harapan itu selalu ada
Keep Quwwatushshilah billah, kuatnya hubungan kepada Alloh Ta’ala. Tidak menafikan kebutuhan terhadap faktor-faktor yang bersifat materi, namun pangkal dari semua itu adalah kekuatan hubungan kepada Alloh.

Selamat menikmati, semoga bermanfaat ^^

secuil inspirasi dari kisah Yusuf ‘alaihissalam

إلى كُل أَحلَامِنَا وأُمنِيَّاتِنَا المُتَأَخِّرَة
Untuk Setiap Obsesi yang Tertunda

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Sungguh dlm kisah mereka ada pelajaran bagi orang2 berakal. Al Quran bukanlah perkataan yang di-ada2kan, namun sebagai pembenar terhadap kitab2 sebelumnya, penjelas segala sesuatu, petunjuk dan kasih sayang bagi kaum yang beriman. (QS 12: 111)

Betapa banyak impian dan angan yang tertunda karena ada hikmah yang tampak kemudian.
Betapa banyak karunia yang tiba, dalam kemasan cobaan dan derita.
Ketenangan Yusuf ‘alaihissalam menjadi sebab terlempar di kedalaman sumur
Ketampanan dan kesempurnaan fisiknya penyebab terfitnahnya kaum wanita dan karenanya pula ia dipenjara.
Lamanya ia mendekam di balik jeruji, menjadi penyebab tamkin (kekuasaan dan kepemimpinan) di kemudian hari

Meski dua orang kawannya sesama di penjara, lebih rendah kedudukan dan derajatnya, mereka keluar terlebih dulu sebelum Yusuf.
Orang Pertama keluar untuk menemui kematiannya.
Orang Kedua keluar untuk melayani tuannya.
Sedang NabiyuLLah ini ketakbersalahannya sangat jelas, bahkan lebih jelas dari matahari di siang terik.
Namun Sang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui berkehendak agar ia tinggal di penjara lebih lama beberapa tahun.

Impiannya (untuk bebas) pun tertunda
Angannya semakin jauh

Cengkeraman belenggu semakin melelahkannya
Jiwanya semakin merindu pada kebebasan

Penantiannya begitu lama.. sangat lama..
Hingga ia keluar setelah lulus dari ujian, siap menerima kekuasaan
Berkuasa di atas muka bumi, bergerak sesuai kehendak
Namun tetap tersungkur di pangkuan kedua orang tuanya demi memuaskan dahaga akan kasih mereka, dahaga karena terpisah waktu dan jarak yang nyaris saja membekukan peluhnya.

Kepada setiap impian, cita, dan obsesi kita yang tertunda. Inilah Optimisme Yusuf..!!

Apa yang terjadi pada Yusuf akan terus berulang, namun tidak pada setiap orang
Ia hanya terjadi khusus pada ‘Uzhama’ (Orang2 Besar) saja

Jika seseorang yang lebih ‘kecil’ darimu, mendahuluimu merealisasikan obsesinya & memecahkan penderitaannya..
Percayalah dengan sepenuh kepercayaan (tsiqah) bahwa Pemilik Takdir sedang menyimpan bagimu apa yang telah DIA kehendaki.
Yakinlah bahwa Sang Maha Penyayang tak pernah melupakan hamba2Nya yang penyabar, tak pula menyia2kan balasan para pemilik kebajikan..

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ
“Maka barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, Dia akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya.”

NB: terjemah bebas dari artikel yg ditulis oleh Ustadzah Abrar bint Fahd “Ilaa kulli Ahlaamina wa Umniyyatina al Muta’akkhirah..”
http://www.tafkeeer.com/play.php?catsmktba=190#.T9IPPomtifo.facebook