YAKIN

Keteguhan hati untuk melakukan apapun dengan baik tanpa mengeluh. Dengan begitu kita ikhlas menjalani kehidupan sesulit apapun itu.. dan berharaplah suatu saat nanti Alloh yang akan membalasnya dengan cara-Nya sendiri..

Jadilah orang yang berkarakter kuat.. hidup dengan baik tanpa ada penyesalan sampai tutup usia

)|( 3 doaku with num #3 utk indonesia )|(

Poros Cinta

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sahabat seiman,..
Dapatkah kita rasa dosa yang meluka fitrah. Sungguh setitik lalai itu mengurai kesegarannya, sebutir amarah mengusik ketenangannya. Bertahanlah di stasiun iman,.. meski telah jauh ia mengarah, takkan putus dari sumbernya,.. betapapun lama perjalanannya, takkan terpisah dari sumbernya.

Sahabat seiman,..
Cinta di dada pun tak ingin terluka. Siapa yang tak merasa pedih hati kala cinta dikhianati. Siapa yang tak penasaran balasan cinta kala ketulusannya dipertanyakan. Para sahabatpun tak kuasa memejamkan mata, introspeksipun membahana mengumpulkan data, berharap kiranya laki-laki yang cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya bersambut mesra adalah dirinya.

Sahabat seiman,..
Lihatlah dahsyatnya cinta kala ia bersambut mesra, kekuatannya mampu membangkitkan semangat pertempuran, ketulusannya mampu mengundang pertolongan-Nya, sakitpun bukan menjadi alasan, lihatlah bagaimana Ali Bin Abi Thalib membuktikannya di medan khaibar. [Disarikan dari H.R. Muttafaq 'alaih, dari sahabat Sahl Bin Sa'ad]

Sahabat seiman,..
Cinta itu memang ada, mengakuinya begitu mudah, apalagi menikmatinya. Tetapi siapakah yang dapat merawat ketulusan-Nya, menunaikan tuntutannya dan membuktikannya agar ia layak mendapat balasannya.

Sahabat seiman,..
Kala cinta mudah jatuh kepada siapa saja, ketika diri berharap besar ingin dicinta. Maka ingatlah, Allah dan Rasul-Nya lebih berhak mendapatkannya. Dan bila Allah dan Rasul-Nya telah mencinta kita, maka seluruh makhlukpun akan mencinta pula. Selamat beraktifitas! (@_SaiBah)

LoVe

amal kecil yang disukai..

saduran..

Istiqomah, tsabat, itqon, teguh, ajek, rutin, tekun, dan kata-kata yang semakna adalah sebuah amal yang berat. Sering kali sebuah taklim, pengajian rutin, telah dijadwalkan dengan penuh semangat mengharap keridhoan-Nya. Pada awalnya berjalan dengan lancar, akan tetapi pada bulan berikutnya seringkali terkalahkan dengan program-program yang lewat, atau ustadznya tidak hadir padahal peserta sudah menanti, panitia juga absen, tidak ada informasi dan konfirmasi. Semuanya atau sebagian besar disibukkan dengan jihad siyasi. Pondok pesantren dan ma’had menjadi kosong ustadz.. dan kenyataannya adalah demikian.

Saat jihad qital dikumandangkan oleh panglima umat waktu itu, ternyata tetap ada yang menjaga gawang, menuntut ilmu [tafaqquh fiddin], menjadi imam di Madinah selama panglima tidak ada di tempat, halaqoh penghafal Al-Qur’an [siang hari mencari kayu bakar untuk dijual di pasar dan malamnya berkumpul murojaah dan menghafal], dll.

Sesungguhnya amal yang kecil, sedikit namun itqon lebih baik dan disukai oleh-Nya.

tsabat_8

menghitung peRaN -dan- peRaNaN

“Maka apabila kamu telah selesai [dari sesuatu urusan], kerjakanlah dengan sungguh-sungguh [urusan] yang lain.” 94: 7

Mengapa Alloh memerintahkan kita segera kembali bekerja dan menyelesaikannya dengan baik begitu rampung dengan satu pekerjaan? Karena waktu kita tidak banyak! Hidupmu terlalu singkat untuk ambil jeda. Tantangan hidupmu adalah bagaimana mengisi jatah usiamu dengan hal-hal yang bermanfaat. Titik balik dalam hidup terjadi saat kau menyadari harus bertanggung jawab terhadap setiap kesuksesan dan kegagalanmu.

Maksudnya?

Jika kamu tidak puas pada capaianmu hari ini, mulailah dengan melakukan perubahan. Sebab jika hari ini kamu gagal ujian, itu semua buah dari pilihanmu! Bukankah itu semua berkat akumulasi dari ribuan keputusan yang kamu ambil sebelumnya? Jika  hari ini kamu hidup boros, tidak pernah menabung, itu berarti kamu telah menentukan posisimu nanti!

Ayat di atas juga menyiratkan perintah untuk memberi makna pada hidup secara maksimal. Bahkan untuk orang lain. Sebab kalau hidup hanya untuk kecukupan diri sendiri, kita tak perlu bekerja dan berkarya maksimal. Itu yang disebut kepedulian pada sesama. Gelas ukur kualitas kita bahkan pada seberapa besar kita bermanfaat untuk orang lain. Bukan hanya pada diri sendiri. Kepedulian, mengasah kepekaan!

Sabda Rosul: “..tidaklah beriman seseorang sampai ia menyukai kebaikan bagi saudaranya seperti ia menyukai kebaikan untuk dirinya sendiri..”

Disitulah makna perintah berlomba-lomba dalam kebaikan. Dalam lomba ada kompetensi, adu cepat memberikan yang terbaik, karena kamu tidak bekerja sendirian. Jangan terjebak dalam rutinitas seperti penebang kayu yang hasil kerjanya kian menurun meski ia merasa sudah bekerja lebih keras.

Ternyata..

Ia merasa kehilangan kemampuan. Majikannya bertanya: “Kapan terakhir kali kamu mengasah kapakmu?”
Kata tukang kayu ia sangat sibuk, tidak punya waktu untuk itu.

Mendengar pengakuan itu, sang majikan menukas: “Disitulah masalahmu! Dengan kapak terasah, kamu bisa menebang banyak pohon. Berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tapi tidak diasah, kamu tahu sendiri hasilnya. Maka sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu.”

Kita juga ingin memiliki berbagai peran untuk memaknai hidup, sesederhana apapun peran itu. Namun semua kita memiliki banyak keterbatasan: terbatas waktu, tenaga, pikiran, materi..

Memang tidak mudah memainkan peran dengan maksimal. Di sini diperlukan kepandaian membuat skala prioritas. Jaga agar satu peran tak membenamkan dan menyita semua waktu dan perhatian. Tetaplah memberi waktu untuk orang-orang tercinta termasuk untuk dirimu sendiri. Cinta merekalah energimu.

Kadang kita merasa hidup seperti dikejar-kejar dan diburu. Tak tahu siapa yang mengejar dan memburu?!?
Banyak orang menginginkan sukses dengan segera. Namun bersikaplah realistis, jangan pernah mengukur dengan capaian orang lain, nggak akan ada habisnya. Maka rayakanlah setiap keberhasilan. Betapapun kecilnya keberhasilan itu. Itulah cara menghargai diri sendiri.

Inilah saatnya mengitung-hitung apa peran dan bagaimana kita telah berperan. Masih ada waktu mengubah segalanya agar menjadi lebih baik.

#aL faLaH @emkatangguletgmaildotcom

Rumah Tangga Muslim yang Bisa Dijadikan Panutan di Jalan Dakwah

111102 .. merapikan catatan2 acak, sambil menunggu penataran di ujung stasiun kota br. hujan kota ini..
* semoga bermanfaat untuk semua

iNtRo..
Apapun aktivitas kita semoga sebagai kesabaran dalam ketaatan kepada Alloh, sebagai bentuk jihad di jalan Alloh. Anggap saja berpeluh2 di sini untuk mendapat pahala Alloh di Surga. Alloh telah memuliakan kita dengan nikmat iman dan nikmat Islam yang sangat agung.. dan kepada kita, Alloh sudah mengutus Rosul terbaik, Muhammad, sebagaimana Alloh memuliakan risalahnya dengan sebaik2 Al-Qur’an.

Syukur atas nikmat ukhuwah yang sangat berharga, dimana era sekarang muncul sifat individulistis yang sangat berbahaya.
Sayyid Quthb menafsirkan firman Alloh, ada 2 pilar muslimah yang menjadi teladan:
1. Agar kita saling menjaga hubungan baik dengan Alloh, inilah yang dimaksud secara jelas oleh Alloh
2. Agar kita merasa bersaudara dengan sesama ikhwah
Oleh karena itu wahai akhwatifillah, kita mengambil kekuatan dari 2 hal, yaitu Alloh dan ukhuwah diantara kita. Karena itu ukhuwah adalah pondasi dari kekuatan. Nikmat ukhuwah harus kita jaga, agar ukhuwah ini terus bersama kita.. maka orang akan merasakan nikmat kecuali ia sudah lepas dari ukhuwah ini.

Hasan al-Banna: “Wahai ikhwan, saya tidak khawatir kalian terkalahkan dunia, sebab kalian dengan daya upaya Alloh beri kekuatan. Tapi saya takut 2 hal, yaitu pertama takut dengan Alloh sehingga Alloh meninggalkan kalian sendiri, kedua tinggalkan saudara sehingga kalian saling bermusuhan.”

Yang terakhir, kita bersyukur pada Alloh atas nikmat dakwah. Mensyukuri nikmat ini ada 3 batasan: syukur di lisan, syukur di dalam hati, syukur dalam amal perbuatan. Syukur yang terbaik adalah syukur yang secara praktis kita terapkan kepada Alloh. Contohnya sebagai bentuk syukur terhadap Alloh, yaitu dengan menambah diri, menambah kekuatan untuk berdakwah, dan berpindah dari satu usaha ke usaha lain. Semoga Alloh memberkahi waktu dan usaha kita.

Akhwatifillah,.. orang yang berjuang di jalan Alloh, maka Alloh akan membantunya.. yang ber-tadhiyah, maha Alloh akan mengurus permasalahannya.. yang memberi, maka Alloh akan mengganti. Jika ia kikir maka akan berakibat buruk bagi dirinya, sebaliknya jihad akan berakibat baik kepada dirinya.

Salah satu aspek dakwah, salah satu medan yang sangat penting adalah rumah tangga, kita sebagai sebuah proyek yang butuh proyek yang lain dan memerlukan perjuangan besar. Yang akan sy bahas di sini adalah, hal2 yang membuat terwujudnya Rumah Tangga Muslim, peran keluarga muslim dalam dakwah, karakteristik keluarga muslim, contoh2 rumah tangga yang Islamiyah dari kehidupan Ikhwanul Muslimin.

RUMAH TANGGA dalam ISLAM merupakan sistem yang bersumber dari Alloh. Rumah tangga [RT] yang kita inginkan adalah yang diperintahkan oleh Alloh, sebagaimana Rosul juga banyak membimbing untuk menciptakan RT Islami. Oleh karna itu sebagai ikhwah, RT menjadi sarana ibadah pada Alloh. Betapa pentingnya RT Islami, dimana proyek ini memiliki 4 sasaran:
1. Agar RT kita selalu iltizam dengan kaidah2 syar’i. RT muslim harus benar2 berpedoman pada syar’iat saat memulai dan melaksanakan
2. Agar setelah menikah dan dikaruniai putra, mereka berbuat baik pada putra2nya
3. RT berperan dan berpartisipasi dalam dakwah, baik itu akhi, ukhty, dan anak2nya
4. Setiap orang dalam rumah baik dalam menata kehidupan.. katakter hemat, bukan tabzir, tapi sesuai anggaran. Jangan sampai hutang kecuali darurot. Hutang hanya untuk masa2 darurot, bukan untuk kesempurnaan.

RT da’i adalah RT produktif karna RT yang dibekali utang tidak bisa berharokah. Ini gambaran umum RT muslim yang kita cita2kan. Bukan kirir, tapi RT yang dermawan dan berbelanja sesuai pemasukannya. Istiqror secara ma’al. Oleh karena itu menegakkan RT secara syar’iat, mendidik anak dengan manhaj islam, peran serta RT dalam dakwah, dan keempat mustaqil secara ekonomi dan ma’al.

Delapan [8] dorongan pokok menciptakan RT muslim
Tema ini pernah saya sampaikan, kemudian ada pertanyaan “Kenapa 8 ustadz?”
“No problem, ndak ada masalah dengan nomor ini” :D

1. Merupakan kewajiban dari Alloh untuk menciptakan RT Islami
Alloh memerintahkan untuk mentarbiyah istri dan anak sesuai cara Islam.

2. Rosul memberikan ketentuan tanggung jawab kepada keluarga
Bukan saatnya untuk menyampaikan ayat2, tapi merupakan tanggung jawab yang oleh Rosul dibebankan kepada kita. Oleh karna itu menciptakan RT muslim merupakan kewajiban dari Alloh dan sunah Rosul.

3. Merupakan 1 hal yang tidak bisa ditinggalkan untuk menegakkan dakwah
Salah satu rukun arkanul bai’ah, yang ke-3 adalah AMAL. Takwin RT Muslim adalah rukun dalam amal. Oleh karena itu kita dalam Indonesia tidak mungkin menciptakan masyarakat muslim tanpa RT Islam, tidak mungkin pula pemerintahan islami tanpa masyarakat muslim, dan tidak akan pernah tercipta RT muslim tanpa adanya rakyat yang muslim, bahkan RT muslim merupakan langkah awal dan pokok terwujudnya khilafah islamiyah. Setiap ikhwah yang membina RT Islam, melangkahkan kakinya untuk menciptakan khilafah pertama. Ketika mereka mendidik anaknya, berarti melangkah menuju khilafah.

4. Takwin RT merupakan pendidikan anak2 dalam pendidikan Islam
Tidak mungkin mendidik anak dalam tarbiyah islamiyah, kalau tanpa RT islam..

5. Hak RT atas jamaah
Sebagai akhwat butuh membaca tarbiyatul aulat, yang berikutnya adalah agar sebagai salah satu pendorong menciptakan RT muslim, dan mewariskan ke anak2nya. Sebab salah besar, ketika abi ummi aktif dalam dakwah, anaknya ndak ada hubungan dengan dakwah sama sekali. Sebagai orang tua harus punya perhatian penting ke anaknya. Akhwat istimewa, adalah akhwat yang punya peran penting di rumahnya. Aktif di luar, tapi pasif di dalam, ini tidak ideal. Aktif di dalam, juga aktif di luar. Kalau tidak, jika anak2 diabaikan, akan ada masalah besar. Sangat alami sekali jika semangat mengalir ke anak2 dan ini sama baiknya untuk ikhwah sebagai qiyadah atau jundy. Oleh karena itu kewajiban keluarga dalam tarbiyatul aulat adalah mendorong anak untuk selalu hadir dalam segala aktifitas/ halaqoh dakwah.

6. Pembinaan RT ini termasuk pilar dalam bai’at kita
Bagi ikhwan akhwat yang tidak memiliki perhatian ke keluarga, maka ia sedang cacat. Ukhty yang tidak maksimal dalam pembinaan RT maka tidak maksimal dalam penerapan arkanul ba’iah.

7. Penting sekali: yang kita inginkan dalam RT adanya tawazun, semangat dakwah abi ummi maupun anak2
Apabila ada akh yg secara marhalah luar biasa, alangkah baiknya tidak menjadi nampak dalam segala hal sehingga menenggelamkan istrinya. Sebaliknya seorang ukh.. Atau dua2nya, abi ummi semangat tapi anaknya sangat lemah, ini artinya tidak ada tawazun, ada celah kelemahan dalam rumah ini. Karena itu ikhwan akhwat yang mengaku cinta dalam dakwah harus melibatkan anak2 dalam dakwah. Kalau tidak, anak2 kita sedang menjadi incaran, karena itu kita harus baik2 mentarbiyah mereka.

8. Merealisasikan risalah RT muslim bersama masyarakat
RT dakwah itu harus menjadi kiblat dan menara bagi masyarakatnya. Oleh karena itu tidak boleh RT dakwah mengasingkan diri terhadap masyarakat dan tetangganya. Hal penting yang harus menjadi perhatian dalam dakwah adalah tingkat tetangga. Sangat penting untuk diperhatikan, adalah perhatian ke tetangga. Sehingga setiap ikhwah memulai hubungan dakwah dengan orang2 sekitar, baik itu tetangga, kawan sekerja, keluarga besar/ family.

Ukhty yang sangat baik adalah yang punya hubungan baik dengan keluarga suaminya, begitu juga sebaliknya,..
RT dakwah adalah RT yg saling menghubungkan keluarga, dimana memiliki 2 tujuan:
1. ibadah pada Alloh dengan silaturahim
2. menyebarkan kebaikan kepada keluarga besar
Dalam risalah Hasan al-Banna menyebutkan, bagaimana kita memiliki atsar di lingkungan kita. Oleh karena itu, kita berbicara kemahiran dalam rekrutmen. Minimal setiap kita merekrut 5 atau 10 orang di sekitar kita, yang disebut sebagai robtul ‘am.

Ikhwah yang beramal, maka Alloh akan memberkahinya. RT dalam hal dakwah, memiliki 2 risalah, yaitu risalah dalam dan luar rumah. Risalah internal, agar RT berjalan sesuai risalah Alloh, suami harus menjadi orang yang cinta dakwah, beramal dan berkorban untuk dakwah, begitu pula istri juga anak2nya sekalian demikian.

Saya akan menyampaikan gambaran yang merupakan hal yang sangat penting untuk menata keluarga dalam ikhwan. Sarana da’awi internal dalam liqo rumah tangga yang berbahagia. Mirip2 seperti liqo terbuka, bisa pekanan/ 2 pekanan.. dikumpulkan seluruh anggota keluarga, bisa di dalam atau luar rumah. Tujuan pokoknya adalah saling mengenal antara RT islam, merupakan kesempatan menanamkan nilai2 islam dalam keluarga, mentarbiyah anak dalam akhlaq islam, dan membentuk kesepakatan untuk tugas2 kebersamaan. Berikutnya adalah proyek yang menyertakan anak2 dalam halaqoh dakwah, menata dan mendorong anak untuk hadir dalam halaqoh tarbiyah.

Hasan Al-Banna berbicara tentang RT muslim, beliau mengatakan: takwin RT muslim adalah dengan cara mengajak seluruh RT untuk menghargai fikrohnya, semangat untuk menghormati fikroh. Akhwat yang suaminya belum masuk dalam jama’ah, tapi beliau adalah orang sholih, maka kewajiban akhwat menghormati fikrohnya, meski pada hakikatnya ia adalah istri dari suaminya.

Antum harus memperhatikan kalau anak memperhatikan gerak-gerik orang tuanya. Baik dalam hal ibadah maupun semua apek2 kehidupan, antum harus menjadi panutan. Harus baik memilih istri, kemudian mentarbiyah anak dengan baik, serta memperhatikan hak dan kewajiban mereka. Para suami harus melaksanakan kewajiban sebelum meminta haknya, juga untuk istri dan anak. Yang kita inginkan adalah bahwa di rumah tangga itu adalah melaksanakan kewajiban, bukan menuntut hak. Oleh karena itu, daripada orang meminta haknya, lebih baik melaksanakan kewajibannya. Jika sudah melaksanakan kewajiban, pasti akan mendapatkan haknya.

Kisah Nyata.. dR. salah seorang ikhwan Mesir yang sangat cinta pada dakwah..

Sebelumnya, ia ingin menikah dengan ukhty yang sangat taat dan bisa diajak bekerja sama dalam dakwah. Tujuan utama: RT yang menjadi panutan dalam dakwah. Mencari kesana kemari, aLhamdulillah Alloh memberi seorang akhwat yang sangat mulia. Kemudian mereka berdua sepakat menciptakan RT Islami dan mentarbiyah anak secara Islami. Mereka tinggal di daerah Masyuroh, utara Mesir. Ikhwah ini menikah dan memulainya dengan permulaan yang baik. Secara ekonomi terpenuhi, RT mereka adalah RT dakwah, kapan saja ada ikhwan dan akhwat ke rumah mereka akan dibantu dalam dakwah. Semua aktif dalam harokah.. dan mereka tengah menunggu kehadiran anak yang sholeh dan mendidiknya dengan baik. Tahun pertama, ke-2.. 3 belum diberi putra. Mereka terus berdo’a pada Alloh untuk diberi putra yang sholeh dengan tetap berdakwah. Keterlambatan memiliki anak tidak menghalangi mereka terus aktif dalam dakwah. Mereka terus berdo’a disertai yakin pada Alloh. Mereka berusaha secara materi dengan ke dokter sana, dokter sini, melakukan usaha apa saja untuk punya anak.. dan mereka terus beramal dan melayani dakwah. 4.. 5.. 6 tahun.. mereka hampir putus asa, meskipun begitu terus berdakwah. Sudah, sejak saat itu mereka memutuskan hubungan dengan dokter, tapi terus berdo’a pada Alloh.

Akhwat sangat menghargai suaminya, begitu juga ikhwan sangat menghormati istrinya. Istri ini merasa sangat sedih saat suaminya sedih, begitu juga sebaliknya.
Setelah tahun ke-13, istrinya bilang “Sy ingin bicara pada antum. Sy tau sebenarnya antum pingin punya anak, bisa jadi saya penyebabnya. Sy ridho antum menikah lagi, agar diantara kami tidak ada keterputusan.”
Jawab suami, “Sy tidak mungkin nikah lagi hanya untuk itu. Sy tetap tsiqoh bahwa Alloh akan memberi kita anak. Kalaupun Alloh tidak memberi anak di dunia, maka di surga iNsya Alloh.”
Akhwat ini kaget, “Benerkah suamiku ini?”
“Iya bener..”
Justru istrinya yang memperhatikan dengan seksama, seakan2 ingin tau sejauh mana ketulusan suaminya. Ketika istri sudah merasa suaminya sangat setia dan jujur, mereka berkomitmen, “Kita ajak semua ikhwah datang ke rumah, kita buka rumah kita untuk dakwah, sy tetep tsiqoh Alloh akan memuliakan kita”. Begitu seterusnya..

Pada suatu hari, suami bilang ada ikhwah yang akan datang untuk ifthor dan mabit di rumah. Istri bertanya: “Apa yang dibutuhkan?”
“Jumlah mereka 25, siapkan ifthor aja..” dan akhwat ini menyiapkan ifhor untuk mereka.
Mabit biasanya malam kamis, karena jumat libur. Dimulai sebelum magrib dan diakhiri sebelum subuh.
Ikhwah datang dan semua berpuasa. Masu’lnya datang sebelum magrib. Sementara suami istri sedang di dapur menyiapkan ifthor, masul berkata: “Ikhwahfillah, tema mabit kita malam ini tentang ukhuwah. Agar karunia Alloh turun pada yang punya rumah, malam ini kita akan menerapkan ukhuwah. Antum tau kan orang yang puasa itu punya kesempatan do’a mustajab, juga saat sujudnya dekat pada Alloh, juga pada saat dzikir berdo’a, masing2 antum harus bersungguh2 mendo’akan mereka dan sebut nama ikhwan, sebut nama akhwat ini. Ikhwah sungguh2lah dalam do’a, ikhlaskan hati dalam do’a. Ini adalah implementasi ukhuwah.”

Mereka sepakat malam itu, suami istri tidak sampai tau. Sungguh2 mereka dalam berdo’a dan malam berlalu. Kemudian masing2 pulang ke rumah. Setelah 1 bulan kemudian, akhwat ini merasakan sesuatu dalam tubuhnya. Sebenarnya mereka sudah putus berhubungan dengan dokter sejak 7 tahun yang lalu. Setelah diperiksa, dokter bilang, “Selamat istri anda hamil”. Karena saking kagetnya, mereka tidak bisa mencerna berita itu. Akhwat ini menangis, juga suaminya menangis. Istri tersebut menghubungi semua akhwat, satu per satu disampaikanlah berita gembira dan akhwat2 tersebut juga ikut terharu menangis.

Ikhwan merasa gembira karena 2 hal:
Pertama gembira karen Alloh melihat mereka malam itu. Alloh mengabulkan do’a mereka malam itu. Alloh tau isi hati mereka malam itu. Mereka yakin, Alloh ridho ada mereka. Orang yang diperhatikan Alloh, tidak akan disiksa, mereka bahagia karena diri mereka sendiri.
Kedua mereka gembira untuk saudara mereka, ini barokah dakwah, kepercayaan Alloh.

Wahai akhwat jika rumah kita dibuka untuk dakwah, maka barokahnya akan merasuk ke semua. Antum terus berdakwah, maka Alloh akan menjaga keluarga, harga diri antum, kemudian ikhwah di daerah itu, mereka berdoa untuk antum,,

Apa yang bisa kita petik dalam kisah ini??

Ada sesuatu yang lucu, satu diantara 25 ikhwan itu, mengatakan sesuatu kepada mas’ul. “Ustadz,.. ini sudah tahun ke-3 sejak menikah tapi belum punya anak. Sy mengundang mabit di rumah sy”
Kata mas’ulnya, “Kenapa?”
“Karena ketika ikhwan berdo’a, Alloh memberi rizki. Kalau begitu sy mengundang antum ke rumah untuk mendo’akan kami.”
Ikhwan sepakat, untuk melakukan mabit. Semua berdo’a,.. Malam itu memang malam yang penuh berkah. Setelah 6 bulan istrinya hamil.. Ini berkahnya do’a..

Kalau begitu, ikhwah yang anaknya sakit, belum punya anak.. kita do’akan pada saat sujud, saat sedang berpuasa, ini sesungguhnya ukhuwah itu, bukan sekedar diomongkan, ukhuwah yang dibarengi tindakan nyata. Kalau ada sesuatu yang membuatnya sedih karena masalah keturunan, do’akan mereka, dan hari ini adalah 10 hari pertama dzulhijjah. Sy ingin pada hari2 yang penuh berkah ini, khususkan untuk ikhwah, puasa termasuk sunah, hendaknya ingat mendo’akan saudaranya. Jika puasa Arofah, maka akan diampuni dosanya selama 2 tahun. Saling mendo’akan untuk ikhwan dan akhwat saat kita berbuka. Alloh mendengar ucapan antum.

RT muslim adalah langkah penting dalam jalan dakwah. Ukhty harus benar2 menghormati suaminya, berusaha untuk menjaga keharmonisan keluarga. Jangan sampai ada akhwat muslimah yang membentak suaminya atau berbicara dengan cara yang tidak baik. Ini juga untuk ikhwan dan diikuti anak2nya. Sebab pandangan anak2 itu melekat, apa yg kita lakukan mereka ikuti.

RT yang selalu nyambung dengan Alloh. Apakah pernah mencoba sholat 2 rokaat bareng, berkumpul bertilawah, berangkat bareng untuk silaturahim terhadap liqo dakwah.. RT muslim adalah tujuan pokok dalam dakwah,.. mudah2an Alloh menerima usaha dan kerja keras antum.

RT muslim, RT yang selalu beribadah pada Alloh, selalu berakhlaq seperti Rosululloh, punya semangat harokah. RT dakwah itu adalah RT yang bersih, bagus, dan rapi. Jika ada ikhwah yang datang masuk, bisa merasa ini adalah rumah yang bagus dan rapi. Karena Rosul pernah mengatakan, bersihkan halaman rumahnmu, janganlah seperti yahudi. Jangan kebersihan itu terkait kekayaan. Bisa jadi penghuni rumah ini sederhana, tapi orang2 bisa merasakan bersih dan bagus. Kadang2 kaya juga tidak rapi, karena tidak ada hubungannya. Oleh karena itu ukhty muslimah harus menjaga keseimbangan peran terhadap suami, anak, dan dakwah.

^d^

1. Dalam hal ukhuwah dengan saling mendo’akan saudara,.. jika ada ketidakharmonisan RT, sebelum berujung ke masalah yang lain, yang ini ada hubungannya dengan aib, bagaimana harus menempatkannya supaya sesuatu itu bisa dijaga?

# Dalam kondisi seperti ini, do’a individu adalah yang tepat. Ya Alloh lapangkan hati saudara itu, bimbing anak2nya.
Misalnya ada ikhwan akhwat yang kurang harmosnis,.. Ya Alloh lapangkan hati suami dan istrinya. Sedangkan do’a2 yang dipanjatkan secara jamai, terkait do’a2 yang diharapkan dan dicintai bersama.

Barang siapa yang berdo’a untuk saudaranya, malaikat berdo’a untukmu juga sama. Maka kita saling mendo’akan, iNsya Alloh dijamin dikabulkan. Liqo2 kita, rihlah, agar semakin dekat dengan Alloh. Manfaatkankan waktu2 ini untuk Alloh.

2. Seperti apa istrinya ustadz dalam mengelola waktu sehingga anak2 terkondisikan, suami senang, dan dakwah berjalan baik

# Terkait masalah manajeman waktu, semua akhwat menanyakannya. Ini adalah tawazun untuk dakwah, kerja, dan RT. Nasehat:
a. Minta tolong pada Alloh agar diberi taufiq dalam segala tindakannya. iyya kanak budu waiya kanas ta’in
Mendahulukan minta tolong pada Alloh. Jika punya masalah, berdo’alah pada Alloh. Ketuklah pintu Alloh dengan do’a.

b. Perlunya merapikan dan menata waktu, masing2 hak harus kita penuhi, jangan sampai urusan RT ditinggalkan dengan alasan dakwah. Kalau ada diantara antum kerja, jangan jadikan problematika RT pindah ke problematika kerja. Kalau punya masalah kerja jangan dibawa pulang. Ada seorang ikhwah yang istrinya guru, kurang bisa menata waktu dengan baik. Tidak bagus dalam urusan sekolah, tapi dibawa pulang.. Solusinya: jika ada waktu sekecil apapun di sekolah, selesaikan pekerjaan, sekolah untuk sekolah, dakwah untuk dakwah, keluarga untuk keluarga. Jangan suka mencampuradukkan semua urusan. Manajemen waktu itu sangat penting. Sy tau seorang ukhty pegawai TU PT, ia pergi ke kantor setelah urusan rumah beres.. Anak2 pulang sebelum ibunya datang, tapi anak2 dapat makan yang sudah disiapkan ibunya dari pagi. Untuk itu wajib menata waktu dan kerja antum. Ikhlaskan itu supaya ada restu Alloh,.. Ya Alloh, aku ini keluar untuk dakwah, bimbingah anak2ku, tolonglah keluargaku. Kerja untuk mencari maisyah yang halal, jagalah anak2 dan keluargaku, barokahilah waktuku.
Cara2 ini membantu kita semua dalam dakwah..

Mudah2an antum diberkahi Alloh. Istri juga mempunyai peran kepada suaminya, begitu juga sebaliknya.. kalau istri melihat suaminya tidak giat, harus membantu.

Anak perempuan dan laki2 harus diberikan perhatian yang sama. Bisa jadi anak itu ketika awal usia bisa mudah ditata, demikian juga ketika kita sudah menemukan halaqoh yang baik, bisa mencetak anak2 yang bisa digerakkan dalam dakwah. Anak sy terbesar, dalam halaqoh Mr-nya sangat mencintai anaknya dan yang lain, mereka itu juga sangat mencintai Mr-nya. Mr ini menanamkan nilai2 Islam saat mereka sedang bermain bersama. Semua Mr ikhwan itu aminya, semua Mr akhwat itu ammahnya.. Kadang anak perempuan itu sangat mencintai ammahnya daripada umminya, juga yang laki2. Di celah rasa cinta ini ditanamkan nilai2 Islam. Ketika ada seorang bapak yang pulang, tanya kepada anak2nya, apakah hari ini ketemu sama ikhwah? Kata ikhwah ini juga harus ditanamkan sejak dini, supaya anak cinta dakwah.

Jika anak ditarbiyah dengan benar, maka tidak ada ceritanya anak kader yang menolak halaqoh. Justru yang terjadi adalah, waktu yang kita berikan tidak cukup sehingga mereka menolak. Tidak mendapatkan hasil, karena amalnya tidak ada. Setiap anak yang mendapatkan perawatan yang baik, pasti ia menerima tarbiyah.
Jadilah QUDWAH!!

LAST..
Perbuatan 1 orang disaksikan oleh 1000 orang lebih tepat, daripada ucapan 1000 orang untuk 1 orang. Oleh sebab itu contoh nyata dan konkrit lebih mulia dari ribuan kata2. Jika ingin mendidik anakanya sholat, maka anaknya harus melihat orang tuanya sholat. Jika ingin bersih, rapi, dan indah, anaknya harus melihat orang tanya bersih, rapi, dan indah. Ada seorang bapak, yang pertama kali masuk rumah buka baju, tas di sini, baju di sana, kopyah di situ..
demi Alloh kalau anaknya melihat itu pasti meniru, ia juga melakukan persis seperti bapaknya. Ada anak yang tau kalau orang tuanya tidak rapi, maka ia tak bisa merapikan kamarnya sendiri. Anak2 itu melihat kita, usahakan mereka melihat kita dalam keaadaan baik. Bersegera sholat ketika mendengan adzan,, kita harus begitu!

Niat ikhlas, barokah Alloh akan turun. Ketika seorang ukhty menuaikan kewajiban dengan baik, tidak meninggalkan kewajiban dakwah, maka hasil yang dipetik bahwa Alloh akan memberkahi. Bisa jadi tidur 3 jam, jika mendapat berkah sama seperti 7 jam. BAROKAH DALAM WAKTU ini sangat penting. Kewajiban menata waktu. Hasan al-Banna: “Kewajiban kita jauh lebih banyak daripada waktu yang tersedia..”

Gunakan dengan baik waktu ini untuk kewajiban. Laksanakan tugas dengan skala proiritas. Tunda tugas yang tidak punya proioritas, tugas yang jika ditunda tidak berpengaruh apa2. Minta ilham pada Alloh agar waktu kita diberkahi. Masing2 diberi haknya dengan penuh. Ukhty, waktu yang kita laksanakan di rumah itu adalah bagian dari dakwah dan waktu yang digunakan dengan tulus waktu kerja juga untuk dakwah,,

wallohua’lam bish showwab
@MHE